Thursday, May 31, 2012

My Broken Heart


Ama dosen speaking gue disuruh gambar apapun. Tar suruh cerita di depan kelas.
Gambar dech hati patah jadi dua. Hehehe... broken heart.
Patah hati lo Nok?
Engga! Cuma seru aja kalo malem-malem, abis kerja, capek, terus dengerin cerita yang ‘cewek’ banget.
(Ini sebenarnya ga berani nulis gue broken heart karena apa, lah orangnya aware banget ama nich blog. LOL! Hayooo, read my mind, guys! I dare you! :P who’s the lucky-unfortune man?)
Tuh kertas bergambar akhirnya digulung. Tuh dosen manggil nama gue, buat ngambil gulungan kertas pertama, terus nanyain siapa yang gambar. Apa fungsinya dan bagaimana makenya.

Gue langsung shock?
Gambar gue gimana?
“Oh my (God)...., I drew a broken heart.”
Temen-temen sebelah tempat duduk gue ketawa. Mereka soalnya uda heboh dengan pertanyaan masing-masing pas gue gambar tuh hati ada geriginya berhadap-hadapan. Hahaha....
Ga kebayang kan bakal ditanyain “What is it for?”, “How I use it?”
Untungnya waktunya abis sebelum kertas gue diambil. Jadi ga perlu bilang yang aneh-aneh. Tapi kalopun dapet giliran, gue dibantu temen-temen gue buat merumuskan jawabannya.
Apa?
“I like writting, I name myself a writter, even only for myself. I love to write a sad story. And I think broken heart will inspire me to write a sadful-tornful-fall-part story which can make my readers cry. Broken heart can make me comprehend the story fully”

Jawabannya gue banget yaks. Hahaha.... ngarang berdasarkan pengalaman. : )
:P

Wednesday, May 30, 2012

Test


Jembatan penyeberangan halte busway mana yang terpanjang? Dukuh Atas, Cempaka Mas, ato Semanggi? : )

Transitan mana yang membingungkan? Harmoni, Dukuh Atas, Ato Halte Depan Citraland? : )

Mall mana yang paling lo? PIM, GI, Plangi, Plaza Senayan, Gandaria, ato CL?

Lebih suka nonton dimana? 21 dalem mall, ato yang gedung sendiri?
: )

P.S. Quis khusus buat semua orang yang tinggal di Jakarta. : )

Filosofi Pisang


Masak cumi. : )
Diajarin masak ama tetangga kamar gue. Orangnya ibu-ibu. Ama nyokap gue aja tuaan dia. : ) Hehehe.... tapi taulah ya penampilan ‘orang tua’ Jakarta ama ‘orang tua’ kampung. Saingan ama gue, tetep! : )

Jadi deket gara-gara kita bedua demen banget ama yang namanya warna pink. Mulai dari tempat toiletries, ember, piring, rak, dusbin segala rupa semuanya.... pink. Hahaha, jadi inget request ricecooker ama mas-mas SPG sampai semingguan. “Coba seminggu lagi kesini, Mba.” Gue jabanin. Nasinya ga enak kalo ga pake warna pink! (Masak lo Nok? Kalo lagi kambuh pengen fasting aja cee. : ) Niatnya gitu, tapi dipakenya pas Dee dateng kesini, tuh pertama kalinya! LOL! Sekarang? Lebih banyak nganggurnya daripada kepakenya. : ( ).

Diajarin masak cumi. Cumi ama segala rupanya juga dari beliau. Gue Cuma pake instruksi. Beliau goreng-goreng pisang, gue nanya sana-sini ribet ama resep. :P Instruksi-instuksinya beliau sich ya. Tapi daripada nenek pikun ini makin parah, ya sudah.... gue tulis. Minta kertas ama pulpen ama yang jagain kosan. : )

Terus pas lagi masak-masak gitu, si Ibu kasih-kasih tips gitu soal bikin pisang goreng kipas. Satu hal yang sedikit gue inget adalah ga semua jenis pisang bisa dijadiin pisang goreng kipas, kalo ga jadinya bisa terlalu keras ato terlalu lembek ato malah ga ngebentuk. Gorengnya juga harus pake feeling, biar depan ama belakang rata matangnya, coklatnya pas, mekarnya juga bagus. Cantik kalo uda dihidangin. : )

Jadi mikir tentang hubungan....
Hubungan juga gitu. Kenapa si A bisa cocok dengan B, dan kenapa tidak bisa cocok dengan C? Menurut lo kenapa Peeps?
Mungkin A adalah resep pisang goreng kipas, si B jenis pisang yang cocok untuk jenis resep itu, sedangkan si C bukan. Bisa aja sich dipaksain goreng C, tapi jadinya? Yaa.... mungkin sekedar pisang goreng. : ) Pisang goreng yang sering gue beli gopek-an di abang-abang deket terminal. LOL!

Dalam menjalani hidup, kita sering sekali menemukan hal-hal yang cocok dan sesuai dengan kita, banyak juga yang tidak sesuai dengan kita. Kita memiliki karakter, kepribadian, impian, dan harapan yang berbeda-beda. Ada masanya kita menemui hal yang tidak cocok, tidak sesuai, tidak menyenangkan dengan apa yang kita harapkan, sesuatu yang bergesekan dengan karakter kita, kepribadian kita. Jika kalian pikir kalian bisa bertahan dengan semua itu, it’s ok. Stay there. Kalo engga... Tuhan ngasih hak kita buat memilih kok. Kalo ada pisang yang emang pas (rupa, harga, kualitas) untuk pisang goreng kipas, ngapain ambil jenis lain. Itu kenapa menjadi wajar untuk memiliki ‘geng’ di sekolah, di kampus. Geng dalam artian positif ya. LP (laskar Penyet) misalnya, yang bener-bener we are Jogja-UNY-Family. : ) Karena gue nyaman ama mereka, dan biasa aja dan ga ‘greget heboh’ ama yang lain. : ) Lo ga bisa maksain seseorang untuk mencintai lo, karena itu ga hanya akan menyakiti orang itu, tapi juga orang itu. Lo ga bisa memaksa seseorang untuk menjadi temen baik lo, memperhatikan lo setiap waktu, kalo kalian tidak saling mengisi dan melengkapi. Lo tidak bisa memaksa orang lain menjadi apa yang lo inginkan, karena mereka memiliki pola ‘pattern’ pikir yang berbeda.

Dalam sebuah hubungan, kadang kita juga mengalami apa yang disebut tersinggung, kecewa, sakit hati. Entah dilakukan teman kita, pacar kita, atau bahkan orang tua kita. Hmmm.... pisang goreng kipas, akan menjadi menggembang hebat, enak dan lezat, karena adanya sayatan pisau tajam yang membelahnya, karena adanya panas minyak yang menggorengnya dan waktu menggoreng yang tepat. Sakit, luka, kecewa, kegagalan, akan membuat kita kuat, semakin dewasa, dan cantik. Akan mengajari kita akan banyak hal yang membuat kita naik tingkat. Dalam hubungan, gue sendiri menamainya.... ada sebuah bab yang disebut ‘maklum’. Manusia ga ada yang sempurna. Kita juga kan? : ) Tapi ingat, ada batas-batasnya. Bayangkan saja jika minyak untuk menggoreng pisang terlalu panas, atau terlalu lama. Bukannya menjadi kuning kecoklatan, enak, dan renyah. Pisang itu akan menjadi hitam, gosong, dan tidak menarik. Siapa yang mau memakannya? Dalam hubunganpun, tidak dibenarkan ada satu pihak atau bahkan keduanya yang merasa tersakiti sampai tak berdaya. Itu tak berguna, tak akan mendatangkan apapun selain penderitaan. Itulah batas untuk menentukan apakah lo akan tetap stay dengan hubungan itu, dengan temen lo itu, ato lo move on.

: )

Hehehe....
Lesson learnt. : )

Tuesday, May 29, 2012

Learn from Chelsea and Barcelona


It’s so April match. But, we can take any lesson from it. : )
We know that Chealsea had only 10 player in that match. We know Barcelona is superior and Chelsea is just underdog team. Everyone did predict Barcelona would win that match. But Chelsea won that game. No one could believe it. But it’s the fact, chealsea’s the winner - you couldn’t deny that. (That night, Chelsea – Barcelona is 2-2. Chealsea won the game, coz the last match, Chelsea won 1-0 from Barcelona. The aggregate’s 3-2 for Chelsea).

There’re many comments after that match. This post will ‘light up’ those comments. : )
(Actually, I got this article in Bahasa. The comments’re also written in Bahasa. I wanna translate it in English, but I’m afraid to ‘mar’ it. So, I thought better I wrote them in Bahasa. :P)

Cech: Chelsea tampil 150 persen.
From his comment, we can learn that to be success, don’t do something ordinary. Act extraordinary, even you’re pressed by other, even no one believes in you. 100% is ordinary, 150% and more is extraordinary. Whatever you should do, do the best!

Cole: Chelsea sedikit beruntung
Torres : Tim terbaik tidak selalu menang.
Even you are the winner, be down to earth. We never know what will happen next day. Arrogant isn’t a character of success person. You can win every game, have many great companies, be a super-duper rich person... but if you’re not humble, you’re nothing.

Cuenca: Kami akan bangkit!
Don’t give up! Everything happens for a reason. Failure makes we learn. Think Positively!

Pep Guardiola: Selamat kepada Chelsea, semoga sukses di final.
Appreciate the winner! Even we’re not the winner, doesn’t mean we should ‘get across’. You can lost the game, but don’t ever ‘lost’ your attitude.

John Terry: Saya telah membuat mereka kecewa, saya minta maaf.
(We know Tery’s a player who got a red card and out from the match).
Sometimes we make mistake. Just be brave to admit it, just be brave to apologize, and don’t forget to learn ‘bout it. And remember apology is nothing if you do the mistake twice.
Don’t blame ourself without change. Move on, and be better! Another door is opened, don’t stare a closed door too long.
Don’t blame each others if you’re in a team. Hold each others and stay together. A mistake shouldn’t split a team, but should make it stronger.

Source: My Friday reflection.
P.S. Haffa nice day, peeps. :)

Kritik


Kritik itu muncul karena pemberi kritik perhatian ama kita. : )
Beberapa kritik yang diinget datang dari temen-temen deket gue. Dari Iteh misalnya, ketika kelas 1 SMA... hohoho, embuat gue membuka diri pada banyak hal, menjadi manis. Mungkin itu juga yang membuat kita dekat sampai sekarang, dengan jarak kita... dengan apapun yang pernah terjadi.... kita saling menyemangati dan mengingatkan. : )

Dari Mba Veet, walo belakangan dia jadi menjauh gara-gara gue menjadi orang yang paling gemes ama skripsinya yang ga dikerja-kerjain.... dia pernah mengkritik tentang gue dan twin Retno. Mungkin tanpa kritikan itu, gue ga akan deket dengan twin Retno. : )

Dari Mom Dis, gue dikritik tajam tentang suatu hal. Cara menyampaikannya keras. Tapi dia ngasih alasan dan solusi (jadi ketika sekarang ketemu someone yang gaya ngritiknya ga kira-kira, gue sich asik-asik aja, tapi pake solusi ya. Pengkritik smart, bukan yang jatuhin. : ) ). Gue jadi care ama sesuatu yang menurutnya penting itu. Jadi lebih menyenangkan.

‘Weekly’ kemaren, saling kasih masukan satu sama lain ama rekan kerja. Seneng aja, masih ada yang peduli. Semut di kutub tampak, gajah di pelupuk mata.... mata gue segedhe apa yak? Wajar aja kalo semut di kutub tampak, orang gajah aja bisa singgah di mata gue. LOL. Becanda! Kita, diri sendiri, selalu merasa benar. Itulah gunanya orang-orang, teman-teman di sekeliling kita, menjadi cermin dari perilaku kita, menjadi tempat belajar dalam bersikap, menjadi ‘make up’ atitud kita. : )

Kritik, apapun, selama dikatakan dengan cara yang tepat: intonasi yang tepat, pemilihan kata yang tepat, emosi yang tepat.... tentu jauh lebih menyenangkan daripada apa yang dikatakan tanpa dipikirkan lebih dulu. Ga semua orang bisa menerima dikatai gendut, meski tubuhnya gendut. Ga semua orang senang dikatai kurus, meski dia tinggal tulang dibalut kulit.

Gue sendiri masih belajar untuk itu. Semoga gue pembelajar yang baik. Aamien. : )

May 23, 2012


A deep conversation with my friend....

“Semoga pria itu melamar kamu taun ini dech Nok.”
“Hehehe.... ga mungkin.”
“Kamu ingin punya alasan untuk mencintainya kan? Kalo dia melakukan, akan jadi alasan, dan alasan-alasan lain akan segera menyusul.”







Hahaha....

Seneng ngobrol ma dia, curhat ma dia. Dia temen curhat yang menyenangkan. Gaya-gayanya Mas Qi pas di Jogja dech. Gue sayang dia. : ) Thanks a lot.

Kalo ga Nyasar, Baru Bukan Lo!


Ga bisa bedain kanan-kiri, mesti sepuluh kali ke suatu tempat biar ga nyasar, suka kebingungan kalo berangkatnya siang dan pulangnya malem.... dan.... mari ceritakan kebodohan gue deket-deket ini. Yah, April – Mei dech. : )

Akhir april, pas banget tuh liburan anak-anak sekolah (ujian ya bok mereka, jadi ada yang libur), pas banget ama ancol ngadain diskonan gedhe-gedhean. Apa yang terjadi pas hari terakhir? Pengunjung Ancol ruaaaar biasa. Penumpang membludak buanyak banget di Halte Ancol, sampe akhirnya tuh loket ditutup. : ( Penumpangnya ga muat ditampung tuh halte, busnya ga ada. : ( Mau ga mau, akhirnya gue turun. Eh, ada Mba-Mba yang ngikutin gue, dia nanya, sering ga kesini? Lah, rumah Om gue deket banget ama Ancol. Ya gue bilang, sering banget. Terus dia tanya rumah gue dimana, tujuan mana, dia mo bareng. Dia ga tau arah ke rumahnya di Matraman. Itu hari pertamanya dia kerja di daerah-daerah situ.

Niatnya sich gue mo ngojek aja. Males banget. Lagian uada cape juga seharian ngapa-ngapain. Tapi karena kasian ama Mba itu, ya okelah, ngangkot. Dalam ati gue bayangin kepalanya temen gue ngomong, “Gaya lo Nok, sendiri aja belum tentu lo ga nyasar.” LOL! Tapi karena tu daerah lumayan gue kenal. Oke lah ya.

Jadi lo naek apa Nok?
Naik M15A ke kota, sambung M12 ke senen... Mbanya itu katanya tau jalan dari Senen. Nach, pas uda diangkot menuju ke Senen. Gue baru nyadar, bego banget ya gue naik M15A ke kota, mana di Mangga Dua macetnya naudzubillah. Bisa kan naik M15 ke kota, lebih cepet. Terus naik busway. Transit di Harmoni, dia bisa langsung ke Manggarai. Bego banget gue kan?

Hahaha.... salahnya siapa ya ga mo numpang siapa? Gayaan sich. :P

Pas ke Bogor....
Tempat tinggal gue tuh di Otista kan ya? OTISTA! Dan buat ke Bogor, kita ke stasiun Jatinegara. Kita macet-macetan tuh kesananya. Kebayang kan pasar Jatinegara rusuhnya gimana. :D Oke. Semuanya baik-baik saja. Sampai akhirnya kita liat rute kereta pas keretanya uda mulai jalan. Kalo dari Stasiun Jatinegara itu, kalo mo ke Bogor muter dulu ke Senen, Kampung Bandan, Angke, Tanah Abang, Sudirman, Manggarai, balik lagi ke TEBET! TEBET sodara-sodara! Itu dari Otista lo tinggal jalan aja sampai!!!! Gue mesti muter satu jam dulu buat sampe ke Tebet lagi. Aturan kita uda nyame ke Bogor! Hadeeeehhhh.....!!! Siapa yang biasanya naik 44 ke Kuningan dan ngelewatin Stasiun Tebet? GUE!
Saking begonya sampe ga kepikiran!
Bisa dicek di peta dah, tuh Jatinegara – Otista – Tebet dimana. Hadaaaaaaaah!!!

Tapi pas cerita ama temen gue, dia bilang uda ga heran lagi.
Kalo ga gitu bukan lo, Nok! :P